Russell Tuding Verstappen Sengaja Menubruknya di F1 GP Spanyol
Kontroversi kembali mewarnai ajang Formula 1 setelah insiden antara George Russell dan Max Verstappen pada Grand Prix Spanyol yang digelar di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Pembalap tim Mercedes tersebut menuding Verstappen melakukan manuver yang disengaja hingga menyebabkan kontak yang berdampak pada posisi dan performanya dalam balapan.
Insiden terjadi pada lap ke-28 saat Russell yang sedang bersaing memperebutkan posisi ketiga mencoba menyalip Verstappen di tikungan cepat sektor dua. Dalam upaya tersebut, mobil Verstappen terlihat bergeser ke arah dalam lintasan, menyebabkan bagian depan mobil Red Bull bersentuhan dengan sidepod Mercedes. Meskipun tidak berujung pada tabrakan besar, insiden itu cukup merusak keseimbangan mobil Russell dan memaksanya kehilangan momentum di fase penting lomba.
Usai balapan, Russell secara terbuka mengkritik tindakan Verstappen. Dalam sesi wawancara dengan media, ia menyatakan bahwa tindakan pembalap Belanda itu tidak bisa dianggap sebagai insiden balap biasa. “Saya tahu ini balapan yang ketat, tapi ada batas antara agresif dan sembrono. Dari sudut pandang saya, itu terlihat disengaja. Verstappen tahu saya di sana,” ujar Russell.
Sementara itu, Verstappen membantah tuduhan tersebut dan menyebut manuver yang dilakukannya masih dalam batas wajar. Ia menilai Russell terlalu optimistis dalam menempatkan mobilnya dan gagal memperhitungkan ruang yang tersedia di lintasan. “Saya membalap seperti biasa. Tidak ada niat untuk menyenggol siapa pun. Ini Formula 1, dan ruang selalu terbatas di level ini,” kata Verstappen saat konferensi pers.
Tim Mercedes dikabarkan telah mengajukan protes informal kepada steward balapan, namun hingga berita ini diturunkan, FIA belum mengeluarkan keputusan resmi terkait insiden tersebut. Para pengamat menilai, meskipun tidak ada kerusakan signifikan atau penalti langsung, tindakan Verstappen bisa menjadi perhatian serius jika pola serupa terus berulang di musim ini.
Analis Formula 1 menyoroti bahwa ketegangan antara dua pembalap tersebut memang sudah terjadi sejak musim lalu, terutama setelah beberapa duel ketat mereka di sirkuit-sirkuit utama Eropa. Dengan posisi keduanya yang terus bersaing di papan atas klasemen konstruktor dan pembalap, dinamika ini berpotensi memanas seiring berjalannya musim.
GP Spanyol 2025 ini berakhir dengan Verstappen finis di posisi kedua, sementara Russell harus puas berada di urutan kelima setelah kehilangan waktu akibat insiden tersebut. Dengan sisa musim yang masih panjang, insiden di Catalunya ini diprediksi akan menjadi bahan evaluasi dan diskusi strategis di dalam tim masing-masing.