Cuaca Mulai Membaik, 7 Kawasan Wisata Nonpendakian di Gunung Rinjani Dibuka Kembali
Lombok, 9 Juni 2025 – Setelah sempat ditutup akibat cuaca ekstrem dan peningkatan aktivitas vulkanik, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) resmi membuka kembali tujuh kawasan wisata nonpendakian di kawasan konservasi Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Keputusan ini diambil menyusul kondisi cuaca yang mulai membaik serta hasil evaluasi keamanan dari tim teknis dan pengelola kawasan.
Pembukaan kembali kawasan wisata tersebut diumumkan melalui surat edaran resmi BTNGR yang berlaku mulai awal pekan ini. Kawasan yang kembali menerima kunjungan wisatawan meliputi Jeruk Manis, Sebau, Joben, Tranganan, Goa Susu, Air Terjun Mangku Sakti, dan Air Terjun Mangku Kodek. Ketujuh lokasi ini dikenal sebagai destinasi alam favorit yang menawarkan pengalaman ekowisata tanpa harus melakukan pendakian.
Kepala BTNGR, Dedy Asriady, menjelaskan bahwa keputusan pembukaan kembali dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung. “Kami telah melakukan monitoring cuaca, kesiapan jalur, serta keamanan lokasi. Saat ini, tujuh kawasan wisata nonpendakian dinyatakan aman untuk dikunjungi, dengan tetap menerapkan protokol keselamatan,” ujar Dedy dalam keterangan tertulis.
Pihak BTNGR juga menegaskan bahwa meskipun cuaca mulai membaik, pengunjung tetap diwajibkan mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan registrasi melalui sistem e-ticketing, mematuhi batas waktu kunjungan, serta dilarang melakukan aktivitas berisiko seperti berenang di zona rawan atau berkemah tanpa izin.
Dibukanya kembali kawasan wisata ini disambut antusias oleh pelaku pariwisata setempat. Banyak pemandu lokal dan pelaku usaha mikro yang bergantung pada kunjungan wisatawan untuk pendapatan harian. “Ini angin segar bagi kami setelah dua bulan sepi. Banyak tamu yang sebelumnya batal datang karena penutupan,” kata Adi Rahman, seorang pelaku usaha kuliner di kawasan Air Terjun Mangku Sakti.
Selain itu, BTNGR bersama mitra komunitas lingkungan juga mengintensifkan kampanye kebersihan dan pelestarian kawasan. Mereka mengajak wisatawan untuk tidak meninggalkan sampah dan menjaga kelestarian flora dan fauna endemik yang hidup di sekitar Rinjani.
Sementara itu, jalur pendakian utama menuju puncak Rinjani dan danau Segara Anak masih ditutup untuk umum. Evaluasi terhadap jalur pendakian akan dilakukan secara berkala, dengan mempertimbangkan kondisi geologi, cuaca, serta kapasitas pelayanan. Pihak berwenang belum mengumumkan waktu pasti pembukaan jalur pendakian, namun memastikan bahwa semua keputusan akan berlandaskan keselamatan dan konservasi jangka panjang.
Dengan pembukaan kembali kawasan wisata nonpendakian ini, Gunung Rinjani tetap menjadi magnet wisata alam bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. BTNGR berharap pengunjung dapat menikmati keindahan alam Rinjani secara bertanggung jawab dan ikut serta dalam upaya pelestariannya.